<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521</id><updated>2012-02-17T09:37:37.698+07:00</updated><title type='text'>CATATAN HARIAN MOSLEM FAMILY</title><subtitle type='html'>Bismillahirrahmanirrahiim....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-1349380215895900372</id><published>2010-07-21T21:46:00.004+07:00</published><updated>2010-07-21T21:55:36.188+07:00</updated><title type='text'>Hikmah Ujian-Musibah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/TEcJPwv1NNI/AAAAAAAAAPw/yhnW-zLfmGw/s1600/pusing3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/TEcJPwv1NNI/AAAAAAAAAPw/yhnW-zLfmGw/s400/pusing3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496372036617188562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari sederet kisah, ini kisah yang agak mirip,tulisanku yang asli,tapi mungkin tidak sedahsyat yang ini, waduh, kudu banyak bersyukur ini, kapan-kapan tak terbitkan sendiri saja, hihihi&lt;br /&gt;bagus, sangat bermanfaat, selamat membaca...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah dan anugerah adalah dua hal yang tidak luput dari kehidupan manusia. Agama telah mengajarkan bagaimana menyikapi kedua hal tersebut. Saat mendapat musibah kita harus bersabar, dan itu baik bagi kita karena dengan kesabaran, kita berharap Allah mengampuni dosa-dosa kita. Jika mendapat anugerah kita harus menyikapinya dengan bersyukur, dan itu juga baik bagi kita. Dengan bersyukur akan menambah tabungan untuk bekal kehidupan kelak diakherat. Barang siapa bersyukur, Insya Allah, Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut dan barang siapa kufur, sesungguhnya azab Allah sangat pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang lebih mudah untuk bersyukur tatkala menerima anugerah dan kenikmatan dibandingkan bersabar saat sedang diuji dengan musibah. Banyak orang menjadi putus asa dengan ujian berupa musibah dan memandang musibah adalah sesuatu yang harus dihindari. Dengan doa, Insya Allah akan menolak musibah yang akan terjadi, namun jika musibah sedang menimpa atau telah menimpa diri kita, kita harus berusaha menyikapi dengan sabar dan mengambil hikmah dibalik musibah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu yang menyedihkan dan lain sebagainya. Namun jika kita renungkan sedikit ternyata banyak hal yang pada mulanya kita anggap sebagai musibah pada akhirnya menjadi sebuah berkah bagi yang mengalaminya. Hikmah di balik musibah tersebut ada yang kita sadari, namun banyak juga yang kita lewatkan begitu saja. Ibarat murid disekolah, mereka akan naik kelas setelah lulus ujian, demikian pula Allah akan menguji hamba-Nya yang beriman dan akan mengangkat derajat dengan balasan di dunia dan di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah letusan gunung Merapi yang terjadi beberapa waktu lalu, telah meluluh lantakkan hampir seluruh tanaman disekitarnya, semburan awan panas telah menghanguskan sayur mayur di lereng-lerang gunung merapi. Namun beberapa bulan berikutnya, tanaman dan sayuran sangat subur hijau royo-royo yang membuat terkesima mata memandang dan menyejukan hati bagi para petani. Dan masih banyak contoh-contoh lain yang dapat kita petik hikmahnya dari sebuah musibah ataupun bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah tidak hanya berupa bencana alam, kesulitan ekonomi, kekurangan bahan makanan, hilangnya gas dari peredaran, kesulitan memperoleh lapangan pekerjaan seringkali menyimpan misteri hikmah didalamnya. Dan bersama kesulitan terdapat kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ekonomi kami dibesarkan dari keluarga yang boleh dibilang kurang mampu, hal ini bukan berarti kami tidak menyukuri nikmat yang telah Allah anugerahkan. Untuk keperluan sehari-hari memang waktu kecil adalah masa-masa yang berat. Belum pernah rasanya pergi ke sekolah waktu SD memakai sepatu dan memakai tas. Berangkat sekolah dengan kaki telanjang dan dengan tas kresek adalah hal yang lumrah. Saat berangkat sekolah pun tidak jarang harus menunggu pakaian dicuci dulu, karena hanya satu-satunya dan berangkat dengan pakaian setengah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kondisinya sangat berat, semangat belajar keluarga kami sangat besar. Saat sekolah lanjutan berjalan kaki 6 km dalam sehari, tidaklah begitu dirasakan. Sepulang sekolah menjelang Asyar kepingin rasanya cepat-cepat sampai dirumah dan menikmati hidangan makan siang. Kadang-kadang Sampai dirumah ternyata belum tersedia makanan, karena ayah ibu juga baru pulang dari ladang. Maka kami harus membantu memasak terlebih dahulu, itupun tidak semudah memasak beras, karena waktu itu sehari-hari dengan nasi jagung, sehingga sebelum dimasak harus di tumbuk dulu supaya menjadi tepung. Sambil menanak nasi, sebagian kami mencari sayur atau umbi-umbian untuk dijadikan lauk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat sejenak, sehabis asyar kami mulai berangkat ke ladang membantu ayah, berangkat membawa pupuk kandang yang sangat berat, dan pulangnya membawa kayu bakar atau rumput buat pakan ternak. Sambil perjalanan pulang pergi ke ladang yang lumayan jauh, biasanya saya manfaatkan untuk sambil membaca pelajaran yang telah diringkas menjadi potongan kertas kecil. Tangan kiri memegang keranjang dan sabit, tangan kanan memegang catatan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membayar biaya sekolahpun adalah hal yang tidak mudah waktu itu, tidak jarang kami menunggak SPP hingga beberapa bulan. Jika pembayaran sudah jatuh tempo namun belum mempunyai uang, maka pagi-pagi sehabis subuh kami bersama ibu mencabut singkong ke kebun dan dibawa ke pasar. Harga singkong juga sangat murah waktu itu, sehingga supaya cukup untuk biaya SPP kami harus mengangkut beban yang sangat berat, bahkan pernah bawaan kakak sampai roboh. Saya juga tidak jarang membawa beban berat (nyunggi) hingga sampai sekarang masih ada bekas cekungan karena tekanan sekarung singkong yang saya bawa. Selain itu kami juga rajin menguliti batang pisang lalu dijemur, setelah kering dijual untuk bahan membuat keranjang tembakau (tombong). Hasil penjualan batang pisang (debog) tersebut kadang untuk keperluan dapur, kadang untuk membayar biaya sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang saku ke sekolah adalah sesuatu yang langka, jika teman-teman yang lain ke kantin saat istirahat, saya lebih memilih berdiam diri di kelas atau membawa bekal singkong yang saya masukkan dalam tas plastik, dan saya makan dikebun dekat sekolah, karena malu jika dilihat teman-teman. Waktu SMEA bekal yang dibawa juga masih setia, singkong dan singkong, ya sesekali bisa  ke kantin jika ada uang lebih, apakah sedih hanya mbekel singkong, enggak juga tuh, biasa aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saat SMEA, saya pernah sampai tidak berangkat sekolah saat ujian nasional, karena sampai batas waktu yang ditentukan belum sanggup melunasi SPP. Saya malah berangkat ke ladang membantu ibu memetik hasil tani. Saya tidak bilang sama Ibu bahwa saya tidak berangkat karena belum bayar SPP, karena saya khawatir beliau sedih jika mengetehuinya. Namun baru sekitar setengah jam saya diladang, ada utusan pak guru yang menjemput saya dan memperbolehkan saya mengikuti ujian walaupun belum lunas. Akhirnya saya langsung berangkat ke sekolah yang berjarak 20an km dengan membonceng utusan tersebut, dan walaupun tinggal sisa waktu setengah, Alhamdulillah saya lulus saat pengumuman bahkan mendapat point A pada mata ujian tersebut (Terima kasih pa Mulyono dan mas Supadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak kelas 3 SMEA saya membantu memasarkan dagangan koperasi sekolah, dengan pembayaran setelah laku. Saya dapat membantu sedikit-sedikit kebutuhan di rumah dari laba hasil penjualan tersebut dan sisanya saya tabung. Setelah lulus SMEA dengan berbekal tabungan sebesar 25 ribu saya merantau ke Jakarta untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Banyak lamaran yang telah dimasukkan namun tidak ada yang dipanggil, pernah dipanggil sebagai Cleaning Service dan sempat saya jalani beberapa bulan. Namun penghasilan yang diterima jauh dari cukup. Pada saat yang bersamaan saya mencoba mendaftar sekolah kedinasan dan Alhamdulillah diterima dan kuliah Gratis. Untuk biaya sehari-hari saya sambil jualan kacang telur yang saya titipkan ke warung-warung saat berangkat kuliah dan sorenya saya menagih hasil penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempaan kondisi yang sulit tersebut justeru memacu saya semangat berdagang/berwirausaha. Setelah selesai kuliah usaha dagang tetap saya teruskan. Dengan aneka dagangan yang lebih banyak, membuat kripik, membuka warung indomi, cheese stick, dan lain-lain. Bahkan sempat penghasilan yang saya peroleh dari berdagang hampir sepuluh kali lipat dibanding dengan gaji, dengan dibantu sekitar 10 orang tenaga kerja dan menyuplai lebih dari 400 toko serta beberapa supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, justeru berdagang menjadi hobi tersendiri yang sangat membantu ekonomi keluarga. Hal ini mungkin tidak akan pernah terjadi jika saya dibesarkan dari keluarga yang berkecukupan. Namun karena kondisi sulit tersebut memaksa kami untuk menciptakan peluang-peluang penghasilan. Dengan dipadukan dengan teknologi internet berdagang menjadi lebih mudah dan lebih menyenangkan. Alhamdulillah sudah banyak kemajuan yang saya peroleh melalui usaha dagang tersebut. Membantu keuangan keluarga di kampung, tempat tinggal dan kendaraan roda 2 dan 4 walau sederhana sedikit banyak saya peroleh dari wirausaha tersebut, walaupun materi bukanlah satu-satunya ukuran kesuksesan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah dan anugerah, sukses dan gagal, jika diibaratkan dalam perjalanan di kereta api, bisa saja seperti pemandangan kiri kanan rel, sawah hijau membentang, gunung-gunung tinggi menjulang, air mengalir, pohon-pohon, dan kadang pula menemui bebatuan terjal, sambungan rel yang renggang, yang sedikit mengurangi kenyamanan, namun kita tidak terlena dengan keadaan di sekitar perjalanan, itu bukanlah tujuan, tetapi hanya pemandangan sekejap, tujuannya adalah suatu tempat stasiun/kota yang masih jauh di seberang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, musibah dan anugerah, gagal dan berhasil dalam kehidupan adalah sebagai bumbu pemanis dalam mengarungi bahtera kehidupan, tujuan akhir kita adalah kembali kepada Allah atau Tuhan kita dalam keadaan yang diridhai, dan kebahagian yang tiada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cah ndeso sobo khuto - Cepogo.com, Kamis, 18/12/2008 12:52 WIB, Oleh Stan&lt;br /&gt;bisa liat juga di http://www.eramuslim.com/oase-iman/ada-hikmah-dibalik-musibah.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-1349380215895900372?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/1349380215895900372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=1349380215895900372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1349380215895900372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1349380215895900372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2010/07/hikmah-ujian-musibah.html' title='Hikmah Ujian-Musibah'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/TEcJPwv1NNI/AAAAAAAAAPw/yhnW-zLfmGw/s72-c/pusing3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-8019207378340579604</id><published>2010-06-12T23:40:00.007+07:00</published><updated>2010-06-15T11:28:35.990+07:00</updated><title type='text'>Kutuliskan dengan Indah, Tuhanku*)2nd</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/TBPh4zRM53I/AAAAAAAAAPg/qkw-FBNWSfU/s1600/ane.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 231px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/TBPh4zRM53I/AAAAAAAAAPg/qkw-FBNWSfU/s320/ane.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481973537391306610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kutuliskan dengan indah, Atas namaMu, ya Robb..&lt;br /&gt;Segalanya, memang akan indah pada waktunya, segalanya memang sudah Kau tuliskan, dengan sempurna, di lauhul mahfudzMu&lt;br /&gt;sesempurna Engkau menciptakan aku, menciptakan anugerah terakhir bapak dan ibuku, kebanggaan kangmas dan mbakku, teladan bagi keponakan-keponakanku, inspirasi bagi teman dan sahabat-sahabatku, &lt;br /&gt;dan aku percaya itu, aku percaya,  &lt;br /&gt;aku sangat percaya itu, dan hanya kepada Engkaulah, &lt;br /&gt;satu-satunya tempat aku bersandar,meminta dan memohon, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya Engkau, Tuhanku, &lt;br /&gt;Allah SWT, the lord of the ‘alamiin&lt;br /&gt;Alhamdulillah,alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;*)kamarku, 12 Juni 2010, 23.16,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pantas merunduk untuk semua ini, ingin kurebahkan hatiku bersamaMu, malam ini dan malam-malam selanjutnya, sampai Kau jemput aku dengan senyumMu, begitu pula senyumku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu, ya, hanya untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pa e, kurni kangen, kangennn banget....&lt;br /&gt;Mas, mb, &lt;br /&gt;kapan kalian pulang semua, ga kangen apa, sama adekmu ini, sama ibuk juga.&lt;br /&gt;sekarang kurni sudah besar,keren lagi, hee, &lt;br /&gt;kurni bahagia, ibuk juga, mas dan mb ga perlu repot-repot lagi mengkhawatirkan kami, &lt;br /&gt;mendengarku tumbuh saja, kalian seneng, mendengar suaraku saja, keliatan keren, &lt;br /&gt;apalagi liat secara langsung, hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-kalo ga pede, nanti gajdi deh, kerennya, hee-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-8019207378340579604?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/8019207378340579604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=8019207378340579604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/8019207378340579604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/8019207378340579604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2010/06/kutuliskan-indah-namamu.html' title='Kutuliskan dengan Indah, Tuhanku*)2nd'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/TBPh4zRM53I/AAAAAAAAAPg/qkw-FBNWSfU/s72-c/ane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-656737465339150340</id><published>2010-04-27T08:04:00.003+07:00</published><updated>2010-04-27T08:09:06.936+07:00</updated><title type='text'>Anak dibentuk karena Mindset Orang Tuanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S9Y5DWaf6MI/AAAAAAAAAOw/ZCE155m8v70/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 355px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S9Y5DWaf6MI/AAAAAAAAAOw/ZCE155m8v70/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464617927579789506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : SUPANDI, S.Pd. MM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh prinsip hidup yang dianutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasih-sayang-orang-tuaMasih melekat di dalam pikiran saya sebuah keyakinan yang begitu hebat yang pernah dilontarkan oleh ibu saya empat puluhan tahun yang lalu. Sebuah keyakinan yang mengobarkan energi positif terhadap diri beliau yang kemudian saya rekam dalam pikiran bawah sadar saya sebagai salah satu warisan yang sangat berharga sekaligus sebagai ilmu dari sekolah kehidupan. Salah satu nasehat yang mengandung makna dan keyakinan yng sangat dalam yang pernah beliau sampaikan kepada kami kurang lebihnya berbunyi demikian : “Pokoke kowe kabeh kudu pada sekolah. Senajan wong tuamu wong sing ora duwe, tapi Gusti Allah sugih. Aku yakin kowe kabeh bisa sekolah. Aku ora kepengin anak-anakku ngemben pada sengsara uripe”. (Pokoknya kamu semua harus tetap sekolah. Walaupun orang tuamu orang yang tidak punya, tetapi Allah SWT Maha Kaya sehingga saya yakin kalian semua bisa sekolah. Saya tidak ingin anak-anakku hidup sengsara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya bentuk keyakinan diatas beliau lontarkan tidak didorong oleh sekedar komitmen tanpa dasar. Ada semacam emosi positif yang membakar tekad di dalam dirinya. Tekad yang terhimpun di dalam pikiran super (super mind) melalui sebuah proses perpaduan antara beberapa unsur kepentingan, seperti rasa kasih sayang kepada anak, rasa ingin membahagiakan anak, dan keinginan agar anak-anaknya hidup sukses. Unsur-unsur kepentingan tersebut kemudian bereaksi dengan nilai-nilai spiritual sehingga tersimpul dalam sebuah keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan merupakan keadaan pikiran yang bisa dirangsang atau diciptakan oleh perintah peneguhan secara terus menerus sampai meresap ke dalam pikiran bawah sadar. Keyakinan adalah sebuah keadaan pikiran yang bisa dikembangakan sesuai dengan kemauan kita, melalui cara pengulangan perintah kepada pikiran bawah sadar dengan segenap perasaan emosi positif, sehingga pikiran bawah sadar akan menerimanya dan digunakan sebagai landasan tindakan untuk menjadikannya sebuah kenyataan (Wuryanano : 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan akan memberikan kehidupan, kekuatan, dan tindakan kepada impuls pemikiran kita. Keyakinan akan memberikan kekuatan untuk mengubah getaran pemikiran biasa, dari pikiran manusia yang serba terbatas menjadi suatu padanan spiritual yang bersifat tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran spiritual tanpa batas muncul ketika terjadi dominasi suara Tuhan yang melekat di hati seseorang. Adapun suara Tuhan dihasilkan dari hasil meditasi melalui pengamalan-pengamalan yang berkaitan dengan proses pendekatan diri kepadaNya. Proses yang mengarah kepada upaya pendekatan diri kepada Tuhan itulah yang akan membentuk keyakinan seseorang. Pada gilirannya keyakinan tersebut akan berjalan sinergis dengan prinsip hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang saya ilustrasikan tentang keyakinan dan prinsip hidup ibu saya diatas merupakan salah satu dari sekian banyak prinsip hidup dan keyakinan yang dimiliki oleh orang-orang pada umumnya termasuk mungkin diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu sisi yang sangat penting Anda sikapi dalam memegang teguh prinsip hidup Anda yaitu visi hidup yang didasarkan atas prinsip-prinsip kebenaran. Dengan kecerdasan spiritual (spiritual Quotient) yang Anda miliki, Anda harus bisa menentukan prinsip hidup yang sesuai dengan fitrah manusia, yaitu fitrah kebenaran, fitrah yang didukung penuh oleh ridlo Tuhan yang bisa membawa diri dan keluarga menuju ke arah kebahagiaan hakiki, serta memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Prinsip hidup semacam ini harus menjadi pijakan dasar untuk menentukan kebijakan dalam menentukan sikap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip hidup yang bersumber dari sesuatu yang tidak fitrah umumnya akan berakhir dengan kegagalan, baik kegagalan lahiriah maupun kegagalan batiniyah. Dunia telah membuktikan bahwa prinsip hidup yang bertentangan dengan suara hati, terbukti hanya mengakibatkan kesengsaraan atau bahkan kehancuran. Terlebih di jaman modern sekarang ini. The power of visi hidup, prinsip hidup, dan sikap hidup yang didasarkan pada nilai spiritual harus benar-benar dipegang teguh demi untuk mencapai tujuan hidup jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengarahkan masa depan anak merupakan salah satu bentuk pencapaian tujuan jangka panjang. Bagaimana bentuk masa depan anak di masa yang akan datang sangat dipengaruhi oleh visi, prinsip, dan sikap hidup orang tuanya. Orang tua harus jeli dalam menyeting masa depan anak. Hindari cara-cara yang dewasa ini sering menjangkiti kehidupan manusia-manusia modern yaitu adanya kecenderungan manusia tertarik kepada hal-hal yang serba instant. Ingin memperoleh kekayaan dengan cepat, ingin meraih popularitas dengan cepat, meraih kekuasaan dengan mudah dan cepat, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila konsep ini diperkenalkan dan dipertontonkan kepada anak dalam usahanya meraih masa depan, maka akan berakibat pada pembentukan pribadi yang rapuh. Mereka akan hidup tanpa digerakkan oleh visi hidup yang agung yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual bagi kehidupan yang jauh ke depan. Mereka bagaikan akan mengarungi lautan luas tetapi tidak mengenal ke mana seharusnya perahu diarahkan. Mereka nantinya tidak memiliki daya atau powerless dalam bekerja dan tidak memiliki semangat juang yang tinggi dalam berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena diatas tentunya pada saatnya nanti akan menjadi sebuah realita yang tidak kita harapkan. Semua orang tua sudah barang tentu mendambakan anak-anaknya tumbuh menjadi manusia yang tangguh, sholeh/sholehah, memiliki prinsip-prinsip kebenaran yang kokoh, serta sukses dunia akherat. Jalan menuju masa depan atau cita-cita anak terbuka lebar. Walaupun kerapkali terhalang oleh tembok yang begitu kuat, namun dengan keyakinan dan langkah pasti tembok-tembok tersebut akan bisa kita lewati. (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Penulis bisa dilihat di:http://www.resensi.net/masa-depan-anak-dalam-mindset-orang-tua/2010/03/09/#more-659&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-656737465339150340?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/656737465339150340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=656737465339150340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/656737465339150340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/656737465339150340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2010/04/anak-karena-mindset-orang-tuanya.html' title='Anak dibentuk karena Mindset Orang Tuanya'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S9Y5DWaf6MI/AAAAAAAAAOw/ZCE155m8v70/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-9112146915182863509</id><published>2010-04-15T21:52:00.005+07:00</published><updated>2010-04-15T22:22:41.942+07:00</updated><title type='text'>ujian terakhir : mengenai kesetiaan</title><content type='html'>kisah cinta sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberikanku sebuah pengajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan seperti dalam novel-novel romantis, tetapi tetap bagiku ia adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari semua novela tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu di sebuah majlis resepsi pernikahan dan kata ayahku dia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan. Saat itu dia tahu, inilah wanita yang akan dikahwininya. Ia menjadi kenyataan dan mereka telah bernikah selama 40 tahun dengan tiga orang anak. Aku anak sulung, telah berkahwin dan memberikan mereka dua orang cucu. Ibu bapaku hidup bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi ibu bapa yang sangat baik bagi kami, membimbing kami dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Beberapa jiran kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasaraya yang menjual alat-alat keperluan rumah tangga. Mereka mengatakan hari pembukaan adalah waktu terbaik untuk berbelanja barang keperluan kerana barang sangat murah dengan kualiti yang berpatutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ibuku menolaknya kerana ayahku sebentar lagi akan pulang dari kerja. Kata ibuku,”Ibu tak akan pernah meninggalkan ayahmu sendirian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara itu yang selalu ditegaskan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita, aku wajib bersikap baik terhadap suamiku dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sihat mahupun sakit. Seorang wanita harus menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu. Menurut mereka, itu hanyalah lafaz janji pernikahan, omongan kosong belaka. Tapi aku tetap mempercayai nasihat ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami sekeluarga mengalami berita duka. Setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh. Doktor mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dia harus menghabiskan sisa hidupnya di pembaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku, seorang lelaki yang masih sihat di usia tuanya. Tetapi dia tetap setia merawat ibuku, menyuapinya, bercerita segala hal dan membisikkan kata-kata cinta pada ibu. Ayahku tak pernah meninggalkannya. Selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya. Ayahku pernah mengilatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan hodoh sekali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”Kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeleng, dan ibuku berkata, “Kerana aku tak pernah meninggalkannya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan Ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggungjawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:_ppUEhM4S9sJ:cintadearhaniey.wordpress.com/2007/02/15/kisah-cinta-sejati/+kisah+cinta+sejati&amp;cd=1&amp;hl=id&amp;ct=clnk&amp;gl=id&amp;client=firefox-a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pa'e, &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;engkau mengajari kami, tanpa sempat engkau berpesan dan berkata, &lt;br /&gt;tapi aku tahu betapa dalamnya cinta yang kau tanamkan pada ibuk dan anak-anakmu, tidak untuk yang lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pa'e, jangan khawatir y,&lt;br /&gt;kami tahu dan kami paham, &lt;br /&gt;wanita diciptakan untuk pria, &lt;br /&gt;dan kau jadikan kami, &lt;br /&gt;bukan untuk menyakiti dan bukan pula untuk disakiti,&lt;br /&gt;kami berjanji, akan mengisahkanmu, &lt;br /&gt;pada anak dan cucu kami,&lt;br /&gt;agar mereka tahu, &lt;br /&gt;hidup tak sekedar nafsu, &lt;br /&gt;tak sekedar harta yang membutakan mata, &lt;br /&gt;dan tak sekedar kesenangan sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa takut dan rasa cinta kepada Allah &lt;br /&gt;yang kau ajarkan, &lt;br /&gt;akan melindasnya sebaga bentuk pengakuan,&lt;br /&gt;bahwa kami anakmu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doa yang akan jadi penerang, dan doa yang akan jadi bukti kecintaan kami kepadamu,pa'e..&lt;br /&gt;peluk cinta dan sentuhan tanganmu yang terakhir,aku duduk disampingmu,pa'e..&lt;br /&gt;laailahailllallah, aku membimbingmu untuk semua itu, dan engkau berusaha meski terbata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami bangga punya pa'e,kami bangga, sangat bangga, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anakmu,&lt;br /&gt;kurniati pamungkas syamsuhadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir memory, 27 Mei 2006, pukul 08.00, &lt;br /&gt;engkau diambil pemilik segala cintamu&lt;br /&gt;tepat di perjalanan RS Sardjito, &lt;br /&gt;Innalilahi wainna ilaihi raji'un...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-9112146915182863509?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/9112146915182863509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=9112146915182863509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/9112146915182863509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/9112146915182863509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2010/04/ujian-terakhir-mengenai-kesetiaan.html' title='ujian terakhir : mengenai kesetiaan'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-664667659798853678</id><published>2010-04-10T19:25:00.002+07:00</published><updated>2010-04-10T19:32:54.194+07:00</updated><title type='text'>jodoh, jodoh, ga bakal kemana, hehehehe*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S8BvYqkku7I/AAAAAAAAAOA/SD_Y4MP10Dc/s1600/FILE1804.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S8BvYqkku7I/AAAAAAAAAOA/SD_Y4MP10Dc/s200/FILE1804.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5458485217908276146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;jodoh, &lt;br /&gt;oleh : Inayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidup memang penuh kejutan, setidaknya bagiku. Semuanya berawal dari pembicaraanku dengan Mama sebulan yang lalu. Aku dan Mama sedang sarapan saat Mama tiba-tiba membuka pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampai kapan Mama harus mengurus kamu, Bram?” Pertanyaan Mama membuatku tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksud Mama?” aku menatap Mama. Mencoba menerka arah pembicaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yah, bukankah sudah saatnya ada perempuan lain yang menemani kamu sarapan?” Mama tersenyum menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang sudah waktunya aku menikah. Tahun ini usiaku tiga puluh lima tahun. Penghasilanku sebagai manager di salah satu perusahaan asing cukup memadai untuk berumah tangga. Apalagi yang ditunggu? Pertanyaan ini sudah sangat sering kudengar dari kerabat ataupun kolegaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mama tahu, kamu merasa bertanggungjawab kepada Mama dan adik-adikmu. Tetapi jangan lupakan yang satu itu. Mira sudah berkeluarga, Dewi juga. Sementara Mama sudah lebih dari cukup menerima perhatianmu. Mama sangat bersyukur memiliki anak sepertimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bram, Papa titip Mira dan Dewi…juga Mama…” Papa berbisik perlahan sehari sebelum kematiannya, sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, Mira baru saja masuk kuliah dan Dewi masih kelas satu SMU. Sejak itu, hari-hariku kuisi dengan kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bram…” Mama menunggu jawabanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Iya, iya, Insya Allah. Ma…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama benar. Tidak ada lagi alasan bagiku untuk menunda rencana berkeluarga. Dewi sudah menikah tiga bulan yang lalu. Amanah Papa sudah kutunaikan. Persoalannya adalah, siapa wanita yang akan kunikahi? Aku tidak pernah pacaran. Aku takut terjebak melakukan perbuatan yang tidak baik. Alternatif calon juga tidak ada. Jadi, siapa yang akan kulamar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, aku bisa minta bantuan kepada orang lain. Mama, kerabat atau kolegaku dengan senang hati pasti akan berusaha membantu. Tetapi, sebelum meminta bantuan orang lain, aku akan sholat istikharah dulu. Aku ingin melangkah dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terjadilah keajaiban itu. Setelah dua kali sholat, tiba-tiba Laras muncul dalam mimpiku. Begitu jelas. Laras? Aku tercengang. Laras adalah teman kuliahku di Pasca Sarjana. Sudah hampir dua semester ini aku kuliah lagi di salah satu PT terkenal di Jakarta. Ia sangat cerdas dan rasional. Ia juga kerap membantaiku dalam diskusi-diskusi di ruang kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut saya, teori yang saudara gunakan untuk menganalisa persoalan ini tidak tepat. Terlalu dipaksakan…” Komentar Laras saat membantaiku seminggu sebelumnya terngiang kembali di telingaku. Komentar yang diucapkannya dengan santun itu selalu membuatku gelagapan. Komentarnya selalu logis, ilmiah dan sulit dibantah. Sudah berkali-kali aku dan teman-teman ’dibantainya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mengapa harus Laras? Perempuan yang kepribadiannya begitu kuat dan tenang, sampai tidak ada pria yang berani menjalin hubungan lebih dekat dengannya. Sebenarnya Laras baik, sangat baik. Ia tidak pernah segan membantu orang lain atau berkata kasar. Tetapi aku benar-benar sungkan menghadapinya. Apalagi membayangkan harus melamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi itu juga menyisakan pertanyaan buatku. Benarkah ini isyarat Allah? Atau, aku diam-diam menyukainya sehingga sosok Laras muncul dalam mimpiku. Aku bimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana, Bram?” Mama meminta kejelasan dariku dua minggu kemudian. Aku hanya mampu tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum ada calon? Apa perlu Mama bantu?” Mama menatapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tergagap. “Tidak perlu, Ma. Saya akan mencoba mencari sendiri saja.” Mama tersenyum. Aku menarik napas lega. Untuk sementara aku berhasil menenangkan Mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, aku mencoba menenangkan diri dan mulai sholat istikharah lagi. Kali ini, aku mencoba lebih tenang dan pasrah kepada Allah. Aku mencoba melepaskan segala kebimbangan dan sungguh-sungguh meminta keputusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan bersisian dengan Laras. Begitu dekat. Laras tersenyum. Manis dan sangat lembut. Mimpi itu lagi! Aku terbangun menjelang pukul tiga dinihari. Sebentuk perasaan aneh masih sempat kurasakan saat aku terbangun. Indah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Laras memang jodohku? Pertanyaan itu kembali bermain dalam benakku. Aku mencoba menelisik kembali kejernihan hatiku. Benarkah aku memang tidak terobsesi kepada Laras? Aku mengurai kembali semua interaksiku dengan Laras. Sejak pertemuan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya Laras!” Ia memperkenalkan diri dengan lugas, tanpa senyum. Juga tanpa jabat tangan. Aku hanya mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bram.” Aku menyebutkan namaku. Dingin, tapi cukup sopan. Itu kesan pertamaku. Ia tidak genit atau cerewet seperti satu dua orang perempuan yang pernah kukenal. Seingatku, tidak pernah ada momen istimewa antara aku dengan Laras. Benar-benar hanya hubungan antar teman kuliah. Aku malah lebih akrab dengan Susi, teman kuliahku yang lain. Aku juga tidak pernah merasa ’aneh’ saat berinteraksi atau berpapasan dengannya. Bahkan ketika aku nyaris bertabrakan dengannya. Semua wajar dan biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So? Aku masih tetap ragu. Kuputuskan untuk menunggu sampai benar-benar merasa yakin. Dan selama masa menunggu itu, terjadi suatu peristiwa yang semakin membuatku merasa ciut menghadapi Laras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maaf…” Laras mengacungkan tangan. Semua mata tertuju kepadanya. Aku menahan napas. Apa yang akan dikatakannya kali ini. Aku berdebar-debar menunggu komentarnya atas makalah yang kupresentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut saya, makalah ini tidak memenuhi kualifikasi ilmiah.” kata-kata itu diucapkannya dengan nada meminta maaf. Aku terkejut. Makalah ini memang kusiapkan dengan terburu-buru. Pekerjaanku di kantor sedang bertumpuk. Beberapa teman menggumam. Dosenku tersenyum kecil. Ia sudah biasa menghadapi Laras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersinggung dan merasa dipermalukan. Ini adalah komentar paling tajam yang pernah dilontarkan Laras kepadaku. Walaupun kemudian aku bisa menerimanya saat ia dengan argumentatif menjelaskan kelemahan makalahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu membuatku semakin ragu. Entahlah, barangkali aku merasa tidak siap mempunyai istri yang dapat membantaiku setiap saat. Atau mempertanyakan kebijakanku sebagai suami. Aku memang tidak terbiasa dipertanyakan seperti itu. Kedudukanku sebagai anak tertua dan tulang punggung keluarga membuat adik-adikku dan Mama memperlakukanku secara istimewa. Apa kata Mas saja, terserah Mas… Selalu itu yang kudengar dari mereka. Kalaupun mereka tidak sependapat denganku, tidak pernah ada yang secara lugas menyatakan ketidaksetujuannya. Begitu juga dengan bawahanku di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin tidak berani menghadapinya setelah peristiwa itu. Jadi, untuk sementara aku terpaksa menenangkan diri lagi. Tapi desakan dari Mama tiga hari yang lalu membuatku terpaksa bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bram, mungkin sudah waktunya Mama membantu. Sudah sebulan, dan kamu belum juga bertindak apa-apa. Mama sudah semakin tua, Bram. Belakangan ini, Mama semakin sering sakit. Mama tidak ingin terjadi sesuatu pada diri Mama sebelum kamu menikah…” Mama berkata setengah memohon. Aku menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bram…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap Mama. Mama menarik napas panjang. Aku menunggu Mama bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau tiga hari lagi tidak ada keputusan, Mama akan mencari calon untuk kamu. Kamu kenal Nita? Anak Bu Retno? Nita baik, lho… Dia juga cantik dan terpelajar…” Bla…bla…bla. Hampir lima belas menit Mama bercerita tentang Nita. Aku kenal Nita. Nita memang baik, tetapi bukan itu persoalannya. Aku ingin menuntaskan masalah Laras dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada jalan lain. Akhirnya, kumantapkan hatiku untuk bicara dengan Laras. Tapi, bagaimana caranya? Lewat telepon? Nomer telepon Laras saja aku tidak punya. Atau, mengajaknya bicara secara langsung? Bagaimana kalau ia menolak dan membantaiku seperti ia membantai makalahku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kuputuskan untuk meminta nomer telepon Laras dari Susi. Aku berhasil menghindar dari pertanyaan Susi dengan memberinya sebentuk senyuman aneh. Untungnya, ia tidak bertanya lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya, aku mencoba menelpon Laras. Aku menggenggam Hp-ku dengan perasaan tidak karuan. Dengan tangan gemetar aku menelponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Halo, Assalamu’alaikum!” Suaranya terdengar tegas. Tiba-tiba aku merasa tidak siap berbicara dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Halo! Halo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mematikan Hp-ku. Looser! Gerutuku dalam hati. Aku benar-benar tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bram, waktunya tinggal hari ini.” Mama menatapku serius saat aku berpamitan tadi pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, Ma. Aku usahakan.” Aku menjawab ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hari ini, mau tidak mau aku harus bicara dengan Laras. Aku berangkat ke kampus dengan gugup. Sampai di kampus, aku mencari-cari Laras. Sosoknya tidak kelihatan sampai kuliah dimulai. Lebih kurang lima belas menit setelah kuliah dimulai, Laras muncul. Ia menuju kearahku dan mengambil tempat di sebelahku, satu-satunya tempat kosong yang tersisa siang itu. Laras duduk dengan tenang di sebelahku dan segera mengikuti kuliah. Aku semakin gelisah. Tubuhku mulai berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah usai. Aku menunggu kesempatan untuk bicara dengannya. Aku sengaja memperlambat berkemas sambil menunggunya. Satu persatu teman kuliah meninggalkan ruangan. Akhirnya, setelah ruangan cukup sepi, aku memberanikan diri untuk bicara dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laras! Boleh saya bicara?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras menghentikan kesibukannya membereskan buku-buku dan beberapa makalah yang berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya.” Ia melanjutkan kesibukannya tanpa menatapku sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku gemetar. Suaraku tersekat di tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada yang bisa saya bantu?” Laras akhirnya melihat ke arahku. Ia mulai kelihatan tidak sabar dengan sikapku. Ia sudah selesai membereskan buku-bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih tidak mampu bicara. Keringat dingin semakin membasahi tubuhku. Ya Allah, aku benar-benar grogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bram!” suara Laras meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri sejenak. Yudi, satu-satunya teman yang masih berada di ruang kuliah menoleh ke arah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“La..ras…” Suaraku tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras menatapku bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm…would you…ehm…marry me?” aku tergagap. Akhirnya, keluar juga perkataan itu dari mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras menatapku heran. Ia menunduk, berpikir sejenak. Aku menunggu. Rasanya seperti menunggu sebuah vonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kupikir, itu bukan ide yang baik.” Katanya setelah beberapa menit terdiam. ”Aku duluan, Bram. Assalamu’alaikum…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terpana. Aku masih juga terpana saat tiba-tiba Yudi menepuk pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa tidak ada cara yang lebih romantis, Bung?” Yudi tersenyum. Aku salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, proses perjodohanku terpaksa kandas di tengah jalan. Aku tidak patah hati. Tentu saja karena aku memang tidak pernah jatuh cinta pada Laras. Tetapi kuakui, aku cukup terpukul dengan kenyataan ini. Ternyata, aku tidak cukup pandai membaca isyarat Allah. Atau, caraku yang tidak baik? Melamar di ruang kuliah tanpa prolog seperti itu memang naif sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku pulang dengan lemas. Mama duduk di teras, sedang asyik dengan koran sore dan secangkir teh hangat. Setelah mencium tangan Mama, aku menghempaskan tubuh di kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Mama bisa menangkap kegetiranku. Mama mengusap rambutku. Aku bersyukur Mama tidak membuka pembicaraan mengenai perjodohanku. Aku tidak siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sore itu aku mencoba menenangkan diri. Aku mencoba bersikap realistis menghadapi kenyataan ini. Aku percaya, Allah akan memberikan seorang pendamping untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku masih tidak menentu saat aku bangun tadi pagi. Aku sholat istikharah lagi tadi malam. Tapi kali ini, aku tidak memperoleh isyarat apa-apa. Akhirnya, kuputuskan untuk bicara dengan Mama. Toh, Nita gadis yang baik juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendahului bicara sebelum Mama bertanya tentang keputusanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ma…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya? Kenapa, Bram?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku…” Aku terdiam sejenak. Aku baru akan melanjutkan ucapanku saat sebuah pesan masuk. Aku meraih HP yang tergeletak di meja dengan enggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laras???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang akan dikatakannya sekarang? Berdebar aku membuka pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya pikirkan lagi, ide kamu tidak terlalu buruk. Tawarannya masih berlaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terpana. Hidup memang penuh kejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pasar Minggu, 16 Januari 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Ummi, No. 10/XIV Februari – Maret 2003/1423 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* hehehe, kata-katamu cukup,menginspirasi, mas, nuwun nggih...&lt;br /&gt;  lah kapan yo, aku, hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-664667659798853678?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/664667659798853678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=664667659798853678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/664667659798853678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/664667659798853678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2010/04/jodoh-jodoh-ga-bakal-kemana-hehehehe.html' title='jodoh, jodoh, ga bakal kemana, hehehehe*'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S8BvYqkku7I/AAAAAAAAAOA/SD_Y4MP10Dc/s72-c/FILE1804.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-4608493190327219630</id><published>2009-12-29T13:51:00.005+07:00</published><updated>2010-04-16T17:13:09.024+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S8g3k5htc_I/AAAAAAAAAOY/pB5VrkEy-6E/s1600/keluarga-sakinah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 292px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S8g3k5htc_I/AAAAAAAAAOY/pB5VrkEy-6E/s400/keluarga-sakinah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460675655243756530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://3.bp.blogspot.com/_wPXR7X3aAHg/Si2pMnxlN6I/AAAAAAAAAME/VDFTv59DLqk/s320/keluarga-sakinah.jpg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to: Bapak, Ibuk, Mas, Mbak,Adek dan kalian semua orang yang kusayangi sampai saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar&lt;br /&gt;Namun jika kudatangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri&lt;br /&gt;Meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa lidah &lt;br /&gt;Cinta ternyata lebih terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pena&lt;br /&gt;Begitu tergesa-gesa menuliskannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata pecah berkeping-keping&lt;br /&gt;Begitu sampai kepada cinta, dalam menguraikan cinta&lt;br /&gt;Akal terbaring tak berdaya&lt;br /&gt;Bagaikan keledai berbaring dalam lumpur&lt;br /&gt;Cinta sejatilah yang menerangkan cinta dan percintaan&lt;br /&gt;--------Anna Althafun Nisa (Bintun Nahl)-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Depok, hujan deras, 16.16&lt;br /&gt;Desember 25th 2009, &lt;br /&gt;Alhamdulillah, Alhamdulillah, nikmat mana lagi yang harus kudustakan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-4608493190327219630?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/4608493190327219630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=4608493190327219630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/4608493190327219630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/4608493190327219630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/12/pengertian-cinta.html' title='Pengertian Cinta'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/S8g3k5htc_I/AAAAAAAAAOY/pB5VrkEy-6E/s72-c/keluarga-sakinah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-683494322061147783</id><published>2009-09-09T11:58:00.004+07:00</published><updated>2009-12-26T16:25:08.163+07:00</updated><title type='text'>MENGAPA KITA SERING LUPA?</title><content type='html'>Mengapa kita sering lupa, mengingat kembali waktu yang sudah kita curahkan untuk hal yang sia-sia. Terkadang saya sangat menyesal ketika saya bangun tidur agak lama karena capek luar biasa. Sangat menyesal bahkan. Apalagi sampai melewatkan momentum2 terindah pertemuan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengan satu-satunya Dzat yang berhak dicintai, &lt;br /&gt;Robb,&lt;br /&gt;Allah SWT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(perjalanan bandung-jogja)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-683494322061147783?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/683494322061147783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=683494322061147783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/683494322061147783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/683494322061147783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/09/mengapa-kita-sering-lupa.html' title='MENGAPA KITA SERING LUPA?'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-332095083879204145</id><published>2009-09-01T16:28:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T16:31:19.387+07:00</updated><title type='text'>minder?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EMANG BENER, &lt;br /&gt;minder, Penyakit yang menyiksa?*&lt;br /&gt;Selasa, 4 agustus 2009,16.20&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah, sering malah...hehe&lt;br /&gt;Orang  minder biasanya self  esteem-nya rendah (apa itu, maksudnya PD rendah kali ya), dia lebih suka  membandingkan dirinya dengan orang lain dan membesar-besarkan kekurangan atau kecacatannya dibandingkan menggali potensi yang dimilikinya. Rasa minder ini bisa merusak dan berpengaruh negatif, olokan manusia lain merupakan bumbu pelengkap yang bisa buwat strezz,  sedangkan yang bilangin , malah dah lupa.wahjan...&lt;br /&gt;Jadi manusia yang bermanfaat kan tidak harus kece n keren to, coba kita lihat deh orang-orang terkenal juga bukan orang yang sempurna loh. Kalau Albert Einstein sibuk cari salon untuk nata rambutnya yg -super bundet- di kepalanya yang setengah botak, wajahnya yg tidak kece-kece amat, atau meratapi penghinaan teman-temannya yang menganggap dia “bodoh” cuma karena dia  dislexia alias berpikir dengan cara yang “berbeda”, mungkin teori atom tidak pernah di temuin.  Maradona yang pendek, gendut n bulet bisa jadi pemain bola handal pun karena rajin melatih dirinya untuk bisa, padahal ga mungkin lo kalau secara fisik.&lt;br /&gt;Mulai sekarang galil potensi, jangan membandingkan diri dengan orang lain, belajar menerima kekurangan dan tumbuhkanlah rasa percaya diri, jangan ada lagi yang merasa minder… jangan meratap lagi,(jangan-jangan ntar ndadak nangis-nangis juga lagi....hehe)&lt;br /&gt;Minder, kan manusiawi. Semua orang punya sikap dan perasaan ini tapi tingkatnya berbeda-beda. Namun jadi ga manusiawi lagi ketika kita tidak berusaha untuk menghilangkan sikap dan perasaan minder ini step by step, halah, &lt;br /&gt;So, hilangin minder ya, aku juga usaha ki…hehe…semangat kawan!&lt;br /&gt;*oleh: niasjam, dari berbagai sumber: mba evi, senyum itu sehat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-332095083879204145?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/332095083879204145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=332095083879204145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/332095083879204145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/332095083879204145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/09/minder.html' title='minder?'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-4352060424285380363</id><published>2009-07-20T20:37:00.000+07:00</published><updated>2009-07-20T20:40:29.707+07:00</updated><title type='text'>bersyukur aja...</title><content type='html'>Syukur, inilah satu jenis perasaan yang jarang bermukim permanen di hati kita. Bahkan, kerap kita lupa dan alpa. Istilah saya, kadarkum. Kadang sadar, kadang kumat. Nah, sidang pembaca sekalian, mulai sekarang, ketahuilah bahwa sebenarnya Anda adalah orang yang sangat beruntung, baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu amat layak untuk Anda syukuri. Hm, tidak percaya? Silakan simak alinea berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup badan, atap di atas kepala, dan tempat untuk tidur, maka Anda lebih kaya daripada 75 persen penduduk dunia! Jika Anda mempunyai tabungan di bank dan uang receh di dompet, maka Anda lebih kaya daripada 92 persen penduduk dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tidak pernah mengalami kesengsaraan karena perang, penjara, penyiksaan, atau kelaparan, maka Anda lebih beruntung daripada 700 juta orang di dunia! Jika Anda dapat menghadiri tempat ibadah atau pertemuan religius tanpa rasa takut akan penyerangan, penangkapan, atau kematian, maka Anda lebih beruntung daripada 3 milyar orang di dunia! Dan jika Anda dapat membaca tulisan saya, maka Anda lebih beruntung daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang tidak dapat membaca sama sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, syukur dan sukses, adakah kaitannya? Ah, jangan ditanya. Erat sekali kaitannya. Anda sudah baca buku kecil berpengaruh besar The Secret? Dipaparkan di sana, syukur adalah anak tangga mutlak untuk memastikan kesuksesan. Wejangan si pengarang, "Bayangkanlah hal-hal yang Anda dambakan dengan penuh rasa syukur, seakan-akan Anda sudah menerimanya. Dengan demikian, Anda akan menerimanya segera!" Inilah hasil kerja dari hukum tarik-menarik yang universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca pula buku fenomenal dan kontroversial The Hidden Messages in Water. Di buku yang direkomendasikan oleh pakar pengembangan diri kelas dunia Anthony Robbins dan John Gray ini dituliskan bahwa air seolah-olah dapat mengerti bahasa manusia. Lebih jauh lagi, kristal air akan memperagakan bentuknya yang paling apik dan menarik apabila diperdengarkan kata ‘syukur' dan ‘cinta' -dalam bahasa apapun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua, apa artinya sih? Pahamilah, alam semesta berasal dari air. Semua kehidupan juga bermula dari air. Dan yang terpenting, 70 persen tubuh manusia terdiri dari air. Jadi, setiap kali Anda menyebut kata ‘syukur' atau menyimpan rasa syukur, pada waktu yang sama Anda membekali diri Anda dengan energi-energi positif yang sangat Anda butuhkan untuk menggapai sukses. Tambahan lagi, kata ‘syukur' dan rasa syukur memendam setumpuk manfaat yang lain, di antaranya menyejukkan hati dan memungkinkan Anda menuai hikmah dari berbagai kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan semua agama menganjurkan dan mengajarkan kita untuk menghafalkan dan melafalkan kata ‘alhamdulillah', ‘puji Tuhan' atau yang sejenis sebanyak-banyaknya -bahkan sampai ribuan kali sehari. Ternyata, ini bukan semata-mata soal kalkulasi pahala. Jauh-jauh hari Yang Maha Kuasa telah merancang ini sebagai modal untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Ia telah berkomitmen di kitab-Nya, "Sesungguhnya jika engkau bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepada engkau." Dan tentunya kita yakin bahwa Ia akan menepati janjinya. Akhirnya, janganlah kita cuma pandai meminta. Lengkapi pula dengan bersyukur.&lt;br /&gt;from: www.andriewongso.com-ippho santoso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-4352060424285380363?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/4352060424285380363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=4352060424285380363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/4352060424285380363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/4352060424285380363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/07/bersyukur-aja.html' title='bersyukur aja...'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-2553096704050349663</id><published>2009-06-04T16:54:00.000+07:00</published><updated>2009-06-04T17:02:46.512+07:00</updated><title type='text'>sedekah..ayo sedekah....</title><content type='html'>Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di Jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui&lt;br /&gt;(QS Al-Baqarah [2]:261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini negara Indonesia tercinta, sekali lagi, TERCINTA, memang belum bisa memberikan kemakmuran yang layak bagi rakyatnya. Meskipun kaya raya akan hasil alam, tetapi hampir semua hasil tersebut dinikmati oleh sekelompok orang tertentu, dan sebagian lagi dinikmati oleh orang asing. Bahkan di sebuah negara yang kaya raya akan minyak, tetapi rakyatnya tidak mampu membeli minyak. Ironis memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebenarnya sudah memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan, atau paling tidak meringankan permasalahan orang yang kurang mampu. Solusi tersebut adalah melalui, yang tentunya sudah kita kenal dengan baik, yaitu zakat, infak dan sedekah. Allah swt menegaskan bahwa dalam harta orang-orang kaya terdapat hak orang miskin. Bila ada orang kaya yang tidak mengeluarkan zakatnya, maka sesungguhnya ia telah mencuri harga orang miskin. Kalau kita cermati, sebenarnya zakat itu tidak besar kok jumlahnya, hanya 2,5% yang relatif kecil jika dibandingkan dengan pajak PPN yang sebesar 10 persen, atau bahkan pajak undian yang sampai 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang kaya dengan segala ketulusan hati dapat memberikan bantuan secara maksimal untuk orang miskin, maka dapat dipastikan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan akan berjalan baik dan jurang pemisah yang menganga lebar antara si kaya dan si miskin akan tereliminir. Dengan catatan, kalian yang miskin jangan jadi pemalas dan hanya mengharapkan sedekah saja. OK?? Fair kan? Sejarah telah menunjukkan bahwa para sahabat Nabi merupakan orang yang sangat antusias dalam derma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu juga dicermati, bahwa harta yang kita peroleh secara halal, dari gaji misalnya, harus disucikan dengan zakat 2,5%. Sebenarnya cara kita memperoleh harta tersebut memang tidak murni seratus persen. Kadang-kadang kita bertengkar dengan teman kantor karena urusan pekerjaan, atau kita mengeluh karena pusing oleh pekerjaan. Nah, untuk itulah maka ada nilai sebesar 2,5% yang harus kita ikhlaskan agar hal-hal buruk yang terjadi ketika kita mendapatkan harta menjadi hilang. Dengan demikian sisanya merupakan harta yang benar-benar barokah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak berlaku bagi harta yang memang sejak awal sudah tidak halal. Seorang koruptor yang melakukan korupsi sebesar 1 Milliar tidak dapat dengan serta merta memberikan zakat sebesar 25 juta sehingga harta korupsinya menjadi halal. Ini sangat tidak benar. Harta korupsi tetap tidak berkah dan tidak dapat disucikan dengan 2,5%. Koruptor tersebut harus mengembalikan seluruh harta korupsi, beserta kerugiannya dan harus menanggung risiko hukum dan sosial akibat perbuatannya. barulah impas. Jadi, kalau dipikir-pikir, kalau harta kita halal, maka kewajiban kita hanya 2,5%. Tapi kalau harta kita tidak halal, maka kewajiban kita lebih besar dari pada harta yang telah kita peroleh tadi. Nah… Anda milih yang mana.&lt;br /&gt;(Diadopsi dari Buletin Jum’at Sakinah, No. 194 Th. III September 2008, Ramadhan 1429)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-2553096704050349663?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/2553096704050349663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=2553096704050349663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/2553096704050349663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/2553096704050349663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/06/sedekahayo-sedekah.html' title='sedekah..ayo sedekah....'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-6022037958535931657</id><published>2009-05-16T10:23:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T10:27:10.341+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Tahajjud</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sg4yWBk9YJI/AAAAAAAAALo/62iIEYXsMZY/s1600-h/shalat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 99px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sg4yWBk9YJI/AAAAAAAAALo/62iIEYXsMZY/s200/shalat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336257962442580114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengar lirik lagu Tombo Ati yang didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib bersama kelompok musik Kiai Kanjeng, tahajud disebut sebagai salah satu pengobat hati. Sebab shalat sunah yang ditunaikan di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikannya menjadi lebih dekat dengan Allah. Hati yang dekat dengan Tuhannya adalah hati yang damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang rindu tahajud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih. Ia rela untuk menghentikan kelelapan tidurnya dan bersimpuh pada Sang Khalik. Alquran memuji mereka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat peraduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahajud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari. Banyak kalangan menyatakan bahwa idealnya masa tidur di malam hari adalah enam hingga delapan jam. Tidur di malam hari akan memberikan energi baru bagi seseorang untuk melakukan aktivitasnya di pagi hingga siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemudian muncul sebuah pendapat lain dari seorang ilmuwan bernama Ray Meddis. Ia menyatakan bahwa masa tidur yang sempurna hanyalah tiga hingga empat jam setiap harinya. Seseorang akan mengalami deep slep sekitar tiga hingga empat jam saja. Tentu seorang Muslim mampu memanfaatkan sisa masa tidur itu untuk memadu cinta dengan Tuhannya, melalui shalat tahajud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit daripadanya. Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzammil [73]: 2-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Muslim asal Mesir, Fadhlalla Haeri, menyatakan bahwa ayat tersebut memberikan panduan bagi muslim untuk mencapai keseimbangan. Di sisa masa istirahatnya, tiga jam masa efektif tidur malam, maka ia pun semestinya bangun untuk menjalankan aktivitas yang bermanfaat. Bangun di waktu malam adalah salah satu aktivitas yang memberikan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia menambahkan, pada saat itu energi did lam tubuh seseorang berada dalam kondisi rndah. Selain itu, medan refleksi juga begitu bersih. Dalam tradisi India, kondisi seperti itu disebut sebagai tahap pembentukan kesadaran yang terjadi pada titik energi ketujuh atau cakra mahkota. Dampaknya, akan meningkatkan intuisi seseorang dan kesadaran diri untuk mampu mengendalikan emosi negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Haeri, pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang melakukan meditasi dan relaksasi atas kelenjar pineal. Ini akan menspiritualkan intelektual sesorang disertai dengan kemampuan personal untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, pada saat matahari terbenam, kelenjar pineal mulai bekerja dan memproduksi hormon melatonin dalam jumlah besar dan mencapai puncaknya pada pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Hormon inilah yang kemudian menghasilkan turunan asam amino trytophan dalam jumlah besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda? Tahajud menjadi sarana untuk mempertahankan melatonin dalam jumlah yang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon melatonin akan membentuk sistem kekebalan dalam tubuh dan membatasi gerak pemicu tumor seperti estrogen. Haeri mengungkapkan bahwa pada masa kanak-kanak melatonin yang ada di dalam tubuh berjumlah 120 picogram. Namun jumlah tersebut akan semakin menurun pada usia 20 30 tahun. Selain secara alamiah, pengurangan jumlah melatonin di dalam tubuh juga diakibatkan adanya pengaruh eksternal, seperti: tidur larut, medan elektromagnetik, dan polutan kimia misalnya pestisida, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi dan sakit kepala. Pada titik tertentu bahkan menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafein yang terkandung di dalam kopi, teh hitam, dan soda tertentu juga akan menyebabkan kemampuan antioksidan melatonin berkurang. Keadaan ini akan membahayakan sel-sel tubuh saat seseorang tengah terjaga. Dengan demikian, kata Haeri, yang harus menjadi perhatian adalah bukan kuantitas tidur seseorang untuk memberikan kebugaran pada tubuh, tetapi justru kualitas tidur. Tiga jam adalah waktu yang cukup untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahajud tidak hanya memberikan pengaruh pada posisi melatonin. Gerakan ibadah di sepertiga malam terakhir ini juga memberikan pengaruh tertentu pada tubuh. Setidaknya, pada saat berdiri tegak dan mengangkat takbir secara tidak langsung akan membuat rongga toraks dalam paru-paru membesar. Ini akan menyebabkan banyak oksigen yang masuk ke dalamnya. Ada kesegaran yang dirasakan ketika seseorang dapat menghirup udara segar ke dalam paru-parunya di keheningan malam itu. Pada saat sujud, seluruh berat dan daya badan dipindahkan sepenuhnya pada otot tangan, kaki, dada, perut, leher, dan jari kaki. Proses ini dilakukan berulang-ulang sesuai jumlahrakaat shalat tahajud yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah oksigen masuk ke dalam paru-paru, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dengan lancar karena adanya pergerakan otot selama ruku’ dan sujud. Selain itu, dalam shalat seseorang juga melakukan gerakan duduk di antara dua sujud dan tahiyat yang menyebabkan adanya gerakan tumit, pangkal paha, jari tangan, jari kaki, dan lainnya. Tentu peredaran oksigen akan menjadi lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: HobiBaca.com&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-6022037958535931657?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/6022037958535931657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=6022037958535931657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/6022037958535931657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/6022037958535931657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/05/rahasia-tahajjud.html' title='Rahasia Tahajjud'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sg4yWBk9YJI/AAAAAAAAALo/62iIEYXsMZY/s72-c/shalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-1983426510841922607</id><published>2009-05-08T13:01:00.006+07:00</published><updated>2009-05-08T13:16:26.212+07:00</updated><title type='text'>Nyatakan padaku, Cinta!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SgPNW8MNClI/AAAAAAAAALg/w7GgudFjod0/s1600-h/cinta.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SgPNW8MNClI/AAAAAAAAALg/w7GgudFjod0/s200/cinta.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333332177734928978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dengarkan curhatku...&lt;br /&gt;tentang dirinya...&lt;br /&gt;betapa anehnya ...&lt;br /&gt;tingkah lakunya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengarkan curhatku...&lt;br /&gt;tentang dirinya&lt;br /&gt;betapa manisnya.... &lt;br /&gt;senyum bibirnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jujurlah padaku..&lt;br /&gt;kau menyimpan rasa2...&lt;br /&gt;cinta....&lt;br /&gt;nyatakan padaku.&lt;br /&gt;perasaan itu2....&lt;br /&gt;cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Vierra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walah, cinta...cinta...&lt;br /&gt;emang ya, tak habis menyoal cinta....&lt;br /&gt;yang pasti....&lt;br /&gt;cinta tak sesederhana itu, menurutku,&lt;br /&gt;kalo aq yang nyanyi-in itu, kira2 banyak yang nyatakan ga ya....&lt;br /&gt;he2,...&lt;br /&gt;isi coment tentang arti cinta&lt;br /&gt;kalo kamu peduli, &lt;br /&gt;tulisan ini akan dibaca orang2 yang bener2 butuh akan arti cinta...&lt;br /&gt;ok, cu....&lt;br /&gt;jgn lupa kasih nama ya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-1983426510841922607?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/1983426510841922607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=1983426510841922607' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1983426510841922607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1983426510841922607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/05/nyatakan-padaku-cinta.html' title='Nyatakan padaku, Cinta!'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SgPNW8MNClI/AAAAAAAAALg/w7GgudFjod0/s72-c/cinta.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-1345146738098295352</id><published>2009-04-30T17:27:00.005+07:00</published><updated>2009-04-30T17:35:23.794+07:00</updated><title type='text'>Ayah, cinta pertama anak perempun, benarkah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sfl9vGHgbvI/AAAAAAAAALM/tssarqx0Y14/s1600-h/ayah2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sfl9vGHgbvI/AAAAAAAAALM/tssarqx0Y14/s200/ayah2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330429882019114738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagi seorang anak perempuan, ayah adalah cinta pertamanya. Hubungan itu yang akan menjadi dasar dari bentuk hubungan laki-laki dan perempuan yang akan dialaminya saat dewasa nanti.Kelak ayah akan menjadi ukuran dan perbandingan bagi setiap laki-laki yang kelak dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku The Role of the Father in Child Development Michael E. Lamb mengatakan, hubungan antara ayah dan anak perempuannya mempengaruhi feminitas si gadis cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak perempuan meniru ibunya dan mengamati reaksi ayahnya. Dari situ, ia akan mengembangkan intuisi dan&lt;br /&gt;sikapnya dalam berhubungan dengan lawan jenis,” kata Lamb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia meyakini, ada hubungan sebab akibat antara pengalaman seorang anak perempuan bersama ayahnya dengan kemampuan anak tersebut menjalin kasih sayang dengan orang lain di kehidupan dewasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan hubungan anak perempuan dengan ayahnya membuat dia lebih obyektif menilai teman prianya dan membekalinya dengan kemampuan menjalin hubungan kasih yang lebih sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Psikolog dari Boston dan pembuat program televisi Full of Ourselves Catherine Steiner-&lt;br /&gt;Adair. Dia mengatakan, sikap ayah terhadap anak perempuannya membuat si anak bisa mengatasi hubungan dengan lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayah, seorang gadis cilik belajar tentang otoritas, kekuatan, persaingan kerja, cara mengungkapkan kemarahan, cara mengelola uang, mengambil resiko, dan cara mengembangkan citra diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan yang berhasil dalam kariernya biasanya memiliki ayah yang memberi saran tentang karier. Dari ayah, anak belajar tentang investasi dan keuangan. Kenangan masa kecil yang didapat si anak perempuan akan terekam dan mengendap hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cara terbaik untuk ayah menolong anak perempuannya adalah membiarkan mereka mencari jalan sendiri. Anda hanya perlu mendengarkan dan membuat anak Anda merasa Anda peduli dan percaya bahwa mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri,” kata Steiner Adair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan membutuhkan waktu bersama ayahnya. Waktu adalah bukti cinta. Anda bisa bermain boneka, lempar tangkap, atau ngobrol soal film, musik, atau berita terkini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda akan melihatnya tumbuh percaya diri, menerima dirinya dan menghormati pria. Seorang anak, tidak perlu mencari sosok ideal sepanjang hidupnya selama kebutuhan psikologis itu didapatnya dari Ayah,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steiner Adair menambahkan, anak perempuan akan belajar menghormati lelaki dan tahu bagaimana memperlakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab, sampai kapan pun lelaki akan merasa penting bila dibutuhkan dan wanita akan merasa penting bila dibutuhkan,”&lt;/span&gt; (dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;he2, sebenernya curahan hati....,&lt;br /&gt;lah kangennn banget ma bapak, hiks3....&lt;br /&gt;penulis butuh figur ayah,:(, ayo, siapa yang mau?&lt;br /&gt;komentar, he2...&lt;br /&gt;boleh,...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-1345146738098295352?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/1345146738098295352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=1345146738098295352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1345146738098295352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1345146738098295352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/04/blog-post.html' title='Ayah, cinta pertama anak perempun, benarkah?'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sfl9vGHgbvI/AAAAAAAAALM/tssarqx0Y14/s72-c/ayah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-7935143137558024936</id><published>2009-04-30T17:00:00.003+07:00</published><updated>2009-04-30T17:25:25.523+07:00</updated><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sfl7_3_9vbI/AAAAAAAAALE/5JGC8co4ONQ/s1600-h/ayah.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sfl7_3_9vbI/AAAAAAAAALE/5JGC8co4ONQ/s200/ayah.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330427971263905202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menjadi ayah?&lt;br /&gt;hm....&lt;br /&gt;rasa-rasanya butuh banyak begitu persiapan ya...&lt;br /&gt;teruntuk mas wasir, mas zai n mas zainalku yang nun jauh disana,..&lt;br /&gt;untuk mas safari, mas jo n mas jawal,jadilah ayah yang baik ya....&lt;br /&gt;memang berat menempatkan diri sebagai pahlawan bagi generasi depan,...&lt;br /&gt;tapi,..&lt;br /&gt;kalo inget ayah kita,...&lt;br /&gt;everything is impossible...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips praktis menciptakan figur ayah yang baik bagi anak :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;1.    Selalu sediakan waktu untuk berinteraksi dengan anak. Walaupun hanya sebentar, sosok ayah sangat penting menumbuhkan sisi maskulinitas anak. Keterlibatan melalui permainan, pemberian pujian/dukungan, menanyakan kejadian-kejadian yang dialami anak hari itu, mendongeng, mewarna dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Sebagai ayah hindari tingkah laku menghina, meremehkan, memarahi, membandingkan dan diktator karena bisa menimbulkan perilaku agresif dan tidak kooperatif pada diri anak.”Itu akibatnya, kalau kamu malas belajar. Lihat tuh si Novi nggak susah disuruh belajar” (membandingkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Jangan bersifat pasif atau acuh tak acuh pada anak. Usahakan terlibat aktif mentransfer nilai-nilai yang baik pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Jadilah figur idola bagi anak. Misalnya memberikan kasih sayang, perhatian dan sikap yang tulus, teladan perilaku yang baik, teladan kemandirian, kepemimpian dan ketegasan, sikap adil, kepiawaian bergaul dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Jika tidak ada seorang ayah dalam rumah sehingga terjadi kekosongan figur ayah maka sang ibu harus memastikan peran pengganti bisa dimainkan oleh kakek, paman, guru atau orang lain yang dianggap pantas sebagai teladan dan bisa menjalin hubungan harmonis dengana anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Laisa minna mallam yarham shoghiironaa waya’rif haqqo kabiirina”&lt;br /&gt;“Tidaklah termasuk golongan kami, orang-orang yang tidak mengasihi anak kecil diantara kami dan tidak mengetahui hak orang besar (lebih tua) diantara kami” (HR abu dawud dan tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang A’rabi telah mendatangi Nabi Saw dan berkata.”Apakah engkau menciumi anak-anakmu, sedang kami belum pernah melakukan itu.’Maka Nabi Saw bersabda: “apakah engkau ingin Allah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu ?” (HR Bukhori)&lt;br /&gt;Kisah sahabat Al-Aqra’ punya 10 anak dan tdk pernah menciuminya, sabda Rasulullah setelah menciumi Al-Hasan bin Ali : “Barangsiapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi” (HR Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika masih kecil, Aku pernah berada di bawah pengawasan Rasulullah Saw dan tanganku bergerak mengulur ke arah makanan yang ada dalam piring, maka Rasulullah Saw berkata kepadaku, “Wahai anakku, sebutkanlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah (hanya) yang ada di sampingmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR abu dawud dan Hakim :&lt;br /&gt;Perintahkan anak-anakmu untuk melaksanakan Salat apabila mereka telah berusia 7 tahun, dan apabila mereka telah berusia 10 tahun, maka pukullah mereka (apabila tetap tidak mau melaksanakan Salat itu) dan pisahkanlah tempat tidur mereka”&lt;br /&gt;Islam secara bertahap berupaya mendidik anak dengan peringatan, pemboikotan sampai kepada pukulan yang tidak melukai. Para Pendidik tidak boleh menggunakan cara paling keras jika cara yang ringan dapat berguna. Inilah puncak upaya Islam di dalam mendidik anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua tidak boleh memberinya kebebasan mutlak sehingga anak bisa berbuat apa saja semuanya. Karena itu, diperlukan adanya konsep yang menyeimbangkan sikap orang tua terhadap anak.&lt;br /&gt;Orang tua harus menerapkan sikap lembut dan keras dengan batasnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mendidik yang benar adalah dengan menyeimbangkan antara pujian dan hukuman bagi anak. Pujian yang berlebihan akan berakibat sama buruknya dengan hukuman berlebihan karena kedua-duanya akan mengganggu keseimbangan mental anak dan membuatnya gelisah.&lt;br /&gt;“Anak yang tumbuh besar dalam lingkungan kasih sayang yang berlebihan akan lemah dalam menghadapi tantangan kehidupan dan tidak mampu untuk berdiri di atas kaki sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sakit, anak membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Namun, jangan sampai perhatian mereka atas keadaannya ini menjadi berlebihan. Usahakan untuk menjaga keseimbangan dalam memberikan perhatian kepadanya. Perhatian yang berlebihan yang biasanya diberikan oleh para ibu kepada anak saat jatuh sakit, akan membuat anak tersebut sombong, cengeng, gampang mengadu, dan mudah menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hayo, siapa yang dah siap jadi ayah-ayah teladan selajutnya?jadi pahlawan bagi generasi yang datang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harus siap!&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;**tulisan ini hanya untuk kalangan sendiri...bagi siapa saja yang ingin berkomentar, silakan diisi, yang penting yang bermanfaat aja ya....&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-7935143137558024936?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/7935143137558024936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=7935143137558024936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/7935143137558024936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/7935143137558024936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/04/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sfl7_3_9vbI/AAAAAAAAALE/5JGC8co4ONQ/s72-c/ayah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-2100036959682119024</id><published>2009-03-13T20:41:00.009+07:00</published><updated>2010-04-16T05:35:31.131+07:00</updated><title type='text'>PD IPM BANTUL 07-09</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbpjje-_E2I/AAAAAAAAAKU/YnOS1RoSVvM/s1600-h/PD+IPM+BANTUL.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbpjje-_E2I/AAAAAAAAAKU/YnOS1RoSVvM/s400/PD+IPM+BANTUL.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312668171700736866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PIMPINAN DAERAH IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH 2007-2009&lt;br /&gt;-imam-januri-bukono-hanafi-ajron-anto-ari-inug-mulat-rizal-dwi-inung-shinta-lathifah-ichin-may-intan-milan-qurni-siti-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena kalianlah yang bisa....!&lt;br /&gt;siapa generasi berikutnya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-2100036959682119024?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/2100036959682119024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=2100036959682119024' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/2100036959682119024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/2100036959682119024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/03/pimpinan-daerah-ikatan-pelajar.html' title='PD IPM BANTUL 07-09'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbpjje-_E2I/AAAAAAAAAKU/YnOS1RoSVvM/s72-c/PD+IPM+BANTUL.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-6568132442214013308</id><published>2009-03-12T09:22:00.006+07:00</published><updated>2009-03-13T20:56:40.645+07:00</updated><title type='text'>Bermimpilah dan wujudkan!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbh1H7eXxAI/AAAAAAAAAJU/mUB-ThSQuWQ/s1600-h/laskar.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 95px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbh1H7eXxAI/AAAAAAAAAJU/mUB-ThSQuWQ/s200/laskar.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312124539568112642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;sukses tidak datang dengan sendirinya&lt;br /&gt;jalan yang berliku, tebing yang terjal harus dilalui&lt;br /&gt;dihiasi dengan cucuran keringat dan air mata&lt;br /&gt;serta cercaan dari orang lain&lt;br /&gt;kemauan dan kerja keras&lt;br /&gt;itulah harga mati yang harus dibayar&lt;br /&gt;kesuksesan tidak pernah memandang muka dan rupa &lt;br /&gt;ia akan hinggap kepada siapa saja yang berusaha untuk meraihnya&lt;br /&gt;cepat atau lambat, tidak masalah, yang penting bagaimana kemauan dan kerja keras kita.&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi …&lt;br /&gt;Adalah kunci…&lt;br /&gt;Untuk kita menaklukkan dunia….&lt;br /&gt;(Backsound –laskar pelangi-)&lt;br /&gt;Mungkin, bagi sebagian orang menjadi pengusaha adalah susah, banyak resiko, dan tidak tetap penghasilannya. Padahal, menjadi seorang entrepreneur bisa jadi adalah cita-cita. Setiap orang bisa beralasan apapun, tapi yang terpenting adalah setiap orang berkesempatan, berpeluang untuk menjadi seorang wirausaha. Nah, gimana caranya jadi pengusaha…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari sekarang&lt;br /&gt;Bisnis rumahan yang dikelola secara professional, akan menjadi besar, seperti wardah sekarang, yang dulunya hanya dimulai dari bisnis rumahan yang sangat sederhana. Yang terpenting adalah berani memulai, apapun yang terjadi, bukan berarti mengambil resiko secara serampangan tapi tetap memperhitungkan resiko, agar siap dengan keadaan yang akan menimpa suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awali dengan mimpi dulu&lt;br /&gt;Kenyataan sekarang berawal dari mimpi-mimpi terdahulu, jadi bermimpilah besar. Seorang bill gates, menjadi boss micosoft, karena dia mempunyai mimpi- Computer on every desk and everu home- kenyataanya ? nah, jadi jangan takut untuk bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal tidak harus uang&lt;br /&gt;Jika kita sudah mempunyai mimpi, yang harus dilakukan adalah melakukannya. Yang jelas untuk memulai usaha tidak melulu harus uang yang jadi modal, tapi keberanianlah yang paling penting. Yakin dan percaya pada Allah, yakin bahwa menjadi seorang entrepreneur mempunyai banyak manfaat yang luar biasa, menciptakan lapangan pekerjaan, dll, tidak lepas dari identitas seorang muslim tentunya, memperbanyak sedekah adalah kunci terjaganya harta kita dari bagian-bagian harta yang menjadi hak fakir miskin. &lt;br /&gt;Banyak bisnis yang tidak perlu modal uang, misalnya menjualkan barang milik orang, menjadi tentor pelajaran sekolah, juga sangat menguntungkan, modalnya cukup ilmu-ilmu yang pernah kita pelajari, bukan?dsb. Jadi kenapa harus takut ga punya modal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani gagal&lt;br /&gt;Kesungguhan dan keseriusan dalam usaha adalah seleksi alam, sebab tidak setiap usaha yang kita kerjakan sesuai dengan apa yang kita impikan. Oleh karena itu, faktor resiko yang diperhitungkan dan berani mencoba dan gagal jika suatu saat memang usaha tersebut tidak menjanjika sesuatu yang berarti atau tidak sesuai dengan hobi dan kebiasaan kita. &lt;br /&gt;Makanya, kerja keras tidak cukup hanya cukup modal dan barang, tapi keuletan, pengelolaan keuangan dll adalah sekian dari faktor pendukung yang menjadikan usaha dapat berlangsung awet dan lama. Hal terpenting dalam menjaga pasar adalah inovasi yang tinggi dan pelayanana-pelayanan untuk memuaskan konsumen adalah hal terpenting dalam usaha. &lt;br /&gt;Jika kita sudah berani mencoba, berani memulai dan berani gagal, maka kita juga harus berani sukses, intinya seberapa keras kita berusaha, itulah harga yang akan kita dapatkan. Tidak ada kamus gagal dalam diri seorang entrepreneur. Yang ada adalah seberapa cepat anda bangkit dari kegagalan, bagaimana, harus jadi entrepreneur ya! Iya, harus itu, biar  banyak memberi kemanfaatan yang lebih besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;bukan kesuksesan yang membuat orang bahagia&lt;br /&gt;namun kebahagiaanlah yang membuat seseorang itu adalah sukses&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;(neea-sjam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-6568132442214013308?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/6568132442214013308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=6568132442214013308' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/6568132442214013308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/6568132442214013308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/03/bermimpilah-dan-wujudkan.html' title='Bermimpilah dan wujudkan!'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbh1H7eXxAI/AAAAAAAAAJU/mUB-ThSQuWQ/s72-c/laskar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-5941664821963255400</id><published>2009-03-12T09:19:00.003+07:00</published><updated>2009-03-12T09:22:27.544+07:00</updated><title type='text'>Tips Pebisnis pemula</title><content type='html'>10 Kesalahan Pebisnis Pemula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang tertarik berwirausaha. Namun akhirnya banyak yang tak bertahan lama dan jadi patah semangat. Karenanya sebagai pebisnis pemula perlu menghindari seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kaya akan ide, tapi miskin keberanian. Resep sukses seorang pebisnis pemula adalah tidak ragu dalam memulai ide usaha. Setelah cocok dengan satu ide, maka sebisa mungkin untuk segera dilakukan. Jika ditunda, maka akan hilang kesempatan. Kekhawatiran pasti ada, baik masalah ketrampilan, kemampuan manajemen dsb, yang penting ada niat dan mau melakukan karena ketrmapilan dan kemampuan akan terasah dengan sendirinya.&lt;br /&gt;2. Kurang memiliki cukup modal sebagai seorang enterpreneur. Modal disini adalah berani bermimpi dan mencoba, berani merantau, berani sukses dan berani gagal. Kesuksesan dan kegagalan usaha adalah pelajaran yang sangat berharga bagi seorang enterpreneur. &lt;br /&gt;3. Tidak mengenali konsumen.Apakah kita sudah cukup mengenali pelanggan produk atau jasa kita? Pebisnis yang baik harus tahu apa keinginan konsumen saat ini dan mendatang, bagaimana pola beli dan bagaimana konsumen memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Dengan pengetahuan ini kita bisa berinovasi dan membuat produk yang bersaing.&lt;br /&gt;4. Tidak berani bermimpi besar. Kita memang bukan Bill Gates, boss microsoft itu, atau Michael dell, pendiri Dell computer. Tapi kita bisa bermimpi seperti mimpi-mimpi mereka. Banyaklah membaca biografi pengusaha sukses untuk memotivasi bisnis kita.&lt;br /&gt;5. Bingung menentukan usaha yang akan dijalani. Kita bisa memulainya dengan hobi. Steve Geppi seorang tukang pos di Amerika telah berhasil memilki took tempat penjual komik lama dengan harga tinggi. Ini semua karena hobinya membaca komik. Jika kita kreatif bisa jadi kita menjual limbah kertas koran menjadi barang berharga.&lt;br /&gt;6. Tidak memiliki strategi rencana pemasaran dan penjualan. Dengan rencana pemasaran kita dapat menfokuskan sasaran produk atau jasa yang ingin kita jual. Sedangkan rencana penjualan adalah peta nyata mengenai gambarab dariaman hasil penjualan yang akan datang. Bagaimana caranya dan dari siapa. Dengan strategi ini usaha bisa jadi dikendalikan sesuai tujuan kita.&lt;br /&gt;7. Mencampuradukkan modal usaha dan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ingatlah, kita harus membuat kas keuangan yang cukup baik walau sifatnya mungkin masih sederhana. Jangan lantas menggunakan modal dan keuntungan hasil usaha untuk kebutuhan sehari-hari. Jika kita terpaksa mengambil dari kas, maka anggaplah itu pinjaman yang harus segera dilunasi.&lt;br /&gt;8. Ingin cepat mengharapkan hasil. Jangan berharap terlalu cepat untuk mengharapkan hasil dari usaha baru dirintis. Hasilnya mungkin baru dapat kita rasakan beberapa bulan mendatang.&lt;br /&gt;9. Senang berbisnis sendiri. Jika anda memilki niat mulia untuk membuka lapangan pekerjaan, kenap tidak berani membayar tenaga orang untuk mengerjakan sebagian tanggungjawab kita jika usaha yang dimulai telah berkembang? Hal ini menguntungkan karena kita bisa memikirkan dan memperluas bidang usaha dengan ide-ide yang lain tanpa terbebani secara teknis bisnis yang sudah kita mulai lebih dulu. &lt;br /&gt;10. Kurang sungguh-sungguh dalam berbisnis. Hasil yang akan kita terima sepadan dengan usaha yang telah kita berikan. Nah,jangan harap hasil akan kiat terima akan besar jika kita mnegerjakannya dengan setengah hati. Kesungguhan adalah salah satu kunci kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-5941664821963255400?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/5941664821963255400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=5941664821963255400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/5941664821963255400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/5941664821963255400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/03/tips-pebisnis-pemula.html' title='Tips Pebisnis pemula'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-4154807718733807007</id><published>2009-03-07T13:32:00.005+07:00</published><updated>2009-03-07T14:18:18.603+07:00</updated><title type='text'>Farmasi's pictures</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeOKw0gcI/AAAAAAAAAI0/kQck2oP-lrY/s1600-h/IMG_3013.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeOKw0gcI/AAAAAAAAAI0/kQck2oP-lrY/s320/IMG_3013.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310340139379360194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeNrUKbWI/AAAAAAAAAIs/qW8YsZ4qK0o/s1600-h/IMG_2983.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeNrUKbWI/AAAAAAAAAIs/qW8YsZ4qK0o/s320/IMG_2983.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310340130937662818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeNc3VAsI/AAAAAAAAAIk/mogTwXF2DDo/s1600-h/IMG_2924.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeNc3VAsI/AAAAAAAAAIk/mogTwXF2DDo/s320/IMG_2924.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310340127058625218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeNEZu10I/AAAAAAAAAIc/_VLe8Jr4H8k/s1600-h/IMG_2962.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeNEZu10I/AAAAAAAAAIc/_VLe8Jr4H8k/s320/IMG_2962.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310340120492037954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeM2vZc7I/AAAAAAAAAIU/GL9TtxK2ixY/s1600-h/IMG_3143.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeM2vZc7I/AAAAAAAAAIU/GL9TtxK2ixY/s320/IMG_3143.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310340116824814514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-4154807718733807007?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=87f16a0172ede784&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/4154807718733807007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=4154807718733807007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/4154807718733807007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/4154807718733807007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/03/farmasis-pictures.html' title='Farmasi&apos;s pictures'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SbIeOKw0gcI/AAAAAAAAAI0/kQck2oP-lrY/s72-c/IMG_3013.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-1924380782669494201</id><published>2009-03-05T14:39:00.007+07:00</published><updated>2010-04-16T05:31:46.441+07:00</updated><title type='text'>Tuhanku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbpot7l4t6I/AAAAAAAAAKc/pNotxgPDhRY/s1600-h/khadija.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbpot7l4t6I/AAAAAAAAAKc/pNotxgPDhRY/s200/khadija.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312673848736921506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku&lt;br /&gt;Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu&lt;br /&gt;Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau&lt;br /&gt;Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendirinya tetapi untukMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting&lt;br /&gt;Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau&lt;br /&gt;Dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya&lt;br /&gt;Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki hati yang bijak &lt;br /&gt;tidak hanya otak yang cerdas &lt;br /&gt;Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku&lt;br /&gt;Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku ketika aku berbuat salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku&lt;br /&gt;Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi&lt;br /&gt;Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai wanita ketika aku disisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna &lt;br /&gt;Sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu&lt;br /&gt;Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya&lt;br /&gt;Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya&lt;br /&gt;Seorang pria yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya&lt;br /&gt;Seorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga meminta,&lt;br /&gt;Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga&lt;br /&gt;Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu&lt;br /&gt;Berikankah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdo’a untuknya &lt;br /&gt;Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya&lt;br /&gt;Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,&lt;br /&gt;Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat &lt;br /&gt;dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat &lt;br /&gt;Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note**&lt;br /&gt;Tuhanku, engkau lebih tahu apa yang kami butuhkan, bukan apa-apa yang kami inginkan, &lt;br /&gt;Doaku untukmu, &lt;br /&gt;Februari ,21th 2009 &lt;br /&gt;00.55&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**gubahan kiriman dari sahabat, boleh dikopi, ijin ya, hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-1924380782669494201?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/1924380782669494201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=1924380782669494201' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1924380782669494201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/1924380782669494201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/03/tuhanku.html' title='Tuhanku...'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/Sbpot7l4t6I/AAAAAAAAAKc/pNotxgPDhRY/s72-c/khadija.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-5442898527451910685</id><published>2009-02-12T21:06:00.008+07:00</published><updated>2010-04-16T17:48:42.546+07:00</updated><title type='text'>bila jatuh cinta</title><content type='html'>&lt;div&gt;Bila Aku Jatuh Cinta &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu Rabbi aku minta izin&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu Rabbi Aku punya pinta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu Rabbi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu dan membuatku semakin mengagumi-Mu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu Rabbi Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertemukanlah kami&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu Rabbi Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sebab....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cinta itu bunga; bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita. Taman itu adalah kebenaran. Apa yang dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan dan memekarkan bunga itu adalah air; air dan matahari. Air dan matahari adalah kebaikan. Air memberinya kesejukan dan ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan. Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yang bergulir secara sadar di atas latar wadah perasaan kita. Maka begitulah seharusnya kita mencintai; menyejukkan, menenangkan, namun juga menggelorakan. Dan semua makna itu terangkum dalam kata "menghidupkan". &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika kita ingin mencintai dengan kuat, maka kita harus mampu memperhatikan dengan baik, menerimanya apa adanya dengan tulus, lalu berusaha mengembangkannya semaksimal mungkin, kemudian merawat dan menjaganya dengan sabar. Itulah rangkaian kerja besar para pecinta; pengenalan, penerimaan, pengembangan, dan perawatan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pengenalan yang baik harus disertai dengan penerimaan yang utuh. Kita harus menerimanya apa adanya. Yang sering menghambat dalam penerimaan total itu adalah pengenalan yang tidak utuh atau obsesi yang berlebihan terhadap fisik. Kita tIdak akan pernah dapat mencintai seseorang secara kuat dan dalam kecuali jika kita dapat menerimanya apa adanya. Dan ini tidak selalu berarti bahwa kita menyukai kekuarangan dan kelemahannya. Ini lebih berarti bahwa kelemahan dan kekurangan itu bukan kondisi akhir dari kepribadiannya, dan selalu ada peluang untuk berubah dan berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penerimaan positif itulah yang mengantar kita kepada kerja mencintai selanjutnya: pengembangan. Pada mulanya, seorang wanita itu adalah kuncup yang tertutup. Ketika ia memasuki rumahmu, memasuki wilayah kekuasaanmu, menjadi istrimu, menjadi ibu anak2mu; kamulah yang bertugas membuka kelopak kuncup itu, meniupnya perlahan, agar ia mekar jadi bunga. Kamu yang harus menyirami bunga itu dengan air kebaikan, membuka pintu hatimu baginya, agar ia dapat menikmati cahaya matahari yang akan memberinya gelora kehidupan. Hanya dengan kebaikanlah bunga2 cinta bersemi, dan ungkapan "aku Cinta Kamu" boleh jadi akan kehilangan makna ketika ia dikelilingi perlakuan yang tidak simpatik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa yang harus kau berikan kepada istrimu adalah peluang untuk berkembang, keberanian menyaksikan perkembangannya tanpa harus merasa bahwa superioritasmu terganggu. Ini tidak berarti kau harus memberi semua yang ia senangi, tapi berikanlah apa yang ia butuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-5442898527451910685?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/5442898527451910685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=5442898527451910685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/5442898527451910685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/5442898527451910685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/02/memang-benar-cinta-itu-ada.html' title='bila jatuh cinta'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6388713722051025521.post-8446566270988681568</id><published>2009-02-12T20:55:00.007+07:00</published><updated>2010-04-16T17:23:58.919+07:00</updated><title type='text'>wanita cantik</title><content type='html'>Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?" "Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya."Aku tidak mengerti", kata anak itu. Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti" Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?" "Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya. Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis. Akhirnya ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "&lt;br /&gt;"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "&lt;br /&gt;"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "&lt;br /&gt;"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "&lt;br /&gt;"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "&lt;br /&gt;"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "&lt;br /&gt;"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan.&lt;br /&gt;Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."&lt;br /&gt;"Kau tahu:&lt;br /&gt;Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya." "Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya – tempat dimana cinta itu ada."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6388713722051025521-8446566270988681568?l=moslem-family.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslem-family.blogspot.com/feeds/8446566270988681568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6388713722051025521&amp;postID=8446566270988681568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/8446566270988681568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6388713722051025521/posts/default/8446566270988681568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslem-family.blogspot.com/2009/02/wanita-cantik-adalah.html' title='wanita cantik'/><author><name>sjam-family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03444018991667230060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_K966U78v8k4/SynMBZ-oi0I/AAAAAAAAAMg/C3wUkBn36ts/S220/DSCN1182.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
